REALITA KEHIDUPAN TUKANG BECAK ALUN-ALUN KEDIRI

Pepatah pernah mengatakan kehidupan bagaikan roda yang berputar, adakalanya di atas dan dibawah, adakalanya senang dan adakalanya terpuruk.

Hal inilah yang dirasakan oleh pak syamsul salah satu tukang becak yang sering mangkal di alun-alun kediri. Tukang becak yang berumur kisaran 50an ini hidup sebatang kara, tidak mempunyai rumah yang akan dituju ketika lelah merayapi tubuhnya. Becaknyalah yang menemani keseharian aktivitasnya sehari-hari.

Dengan pendapatan kurang lebih 25 ribu setiap harinya bahkan pernah tidak mendapatkan uang sepeserpun dalam satu kali mangkal sudah sangat merasa senang dan bersyukur. dan pak syamsul beranggapan bahwa semua segala sesuatu sudah kehendak yang diatas, yang penting didapatkan dengan halal. Kata pak syamsul.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar